Wednesday, October 10, 2012

Mari Mabuk Bersama Deadline

Dalam hitungan beberapa hari ke depan, deadline-deadline ini akan segera saya selesaikan. Bisa, pasti bisa!

Oh iya, Hallo blog kidalmemanghandal ku, jumpa lagi setelah sekian lama berpisah. Well, saya memang bukan tipikal penulis yang rajin meng-update berita di blog sendiri.

Pun saya lakukan lantaran saya mulai penat dengan deadline bertubi-tubi ini. Demi menenangkan otak, saya memberanikan diri untuk menulis lagi di blog. Segar juga rasanya, bisa menulis sesuatu yang nggak dipaksakan.

THIS IS THE PART OF ME

">

THIS IS THE PART OF ME!

Tuesday, January 03, 2012

Siap Menantang 2012!

Ah, kalo aja gue harus mengingat kejadian-kejadian di tahun 2011, terlalu banyak guncangan rollercoaster yang telah gue dapatkan. Introspeksi diri? Pasti. Hihi, jadi lucu, pasalnya gue menulis resolusi di tahun 2011 nggak di awal tahun. Maklum, keinginan untuk menulis ternyata dikalahkan oleh keinginan untuk menuntaskan deadline kantor, demi keselamatan jangka panjang, haha!

Seingat gue, resolusi dadakan itu ditulis di iPod baru gue. Tepatnya pas gue lagi rapat redaksi, dan mengalami kebosanan yang teramat sangat, maka, terbuatlah resolusi berisikan 10 poin penting tersebut. Kocaknya lagi, isi resolusi itu kebanyakan merupakan luapan kemarahan yang wajib gue bayar dengan pembuktian hasilnya.


"Let me know when your whole life goes up in smoke. Means it's time for a promotion"

Kutipan dari Nigel di film The Devil Wears Prada ini sukses menyadarkan gue akan sisi positif di balik momen menyakitkan gue di tahun 2011. Tepatnya, saat kutipan ini diutarakan oleh teman gue, Irvin, di twitter. Yes, it went well, i guess. Karena, di tahun itu pula, kehidupan pribadi gue seakan carut marut, bahkan seakan mencapai posisi terendah hingga sulit untuk bangkit.

Allah ternyata punya kehendak lain dengan kejadian itu, dan Dia menjawabnya lewat (alhamdulillah) dibukakannya gue peluang berkarir lebih tinggi di Perusahaan gue yang sekarang. Entahlah, mungkin orang lain menganggap pekerjaan gue ini keterlaluan atau terkesan makan ati. Tapi, gue merasa memang saat inilah gue bisa bebas menentukan nasib gue ke depan. Sukses? Kalo kata mba Alissa Wahid, sukses yang seperti apa nih? Karir dong! Bisa membahagiakan orang tua, itulah resolusi gue di tahun 2012 ini. Bagi gue sekarang, nggak ada yang lebih penting selain Pak Herry Setianto dan Ibu Febby Setianto, orang tua yang membesarkan gue hingga seperti sekarang. Yaaa, walaupun kadang gue suka jengkel dan kesel karena mereka, tapi gue pun berusaha untuk meminimalisir, kok, beneran.Memang cuma mereka sepertinya yang bisa menerima gue apa adanya, dengan kekurangan dan kelebihan yang gue punya. Makanya, tahun ini, gue akan berusaha terus membahagiakan mereka. Amiin!


Supaya nggak berlama-lama, mari saling berbagi resolusi bersama di tahun 2012 ini. Yuuuuk!
1. Bikin SIM C, ooooi!
2. Kerja yang bener
3. Punya harta cicilan (motor kek, mobil kek, rumah kek, apa kek gitu)
4. Memperhatikan diri sendiri (kesehatan, penampilan, kebahagiaan)
5. Terapi nonton bioskop sendiri, minimal 1 kali sebulan
6. Minum air putih yang banyak
7. Beli mesin jahit
8. Beribadah dengan benar
9. Ke luar negeri, selain Asia!
10.Nabung demi masa depan. Wajib hukumnya!!!!

So, siap menantang tahun naga air 2012?? My answer is yess!!

Monday, April 04, 2011

Tiga Tahun Lalu

Nggak pernah menyangka, apalagi berharap, satu sosok band yang telah lama saya idolakan bakal hadir di Jakarta. Sebenarnya nggak begitu-begitu amat sih, hanya saja lagu-lagu mereka cukup mengena di hati saya. Apalagi, di tahun kali pertamanya saya membuat blog ini, lirik lagu merekalah yang mengisi blog saya. Ya, link ini adalah buktinya!
Dan, kemarin, 3 April 2011, band itu akhirnya muncul juga di depan muka saya. Mendengar kabarnya beberapa waktu lalu, saya sempat terperangah lantaran nggak percaya. Jimmy Eat World (JEW), album-album yang hanya sempat saya dengarkan di radio kampus saya, apalagi saya pernah sekali 'nyolong' satu album mereka yang berwujud kaset dengan titel Futures, tiba di Jakarta. Sontak keinginan untuk menonton JEW langsung di konsernya benar-benar membara di hati saya.

Walaupun hanya beberapa lagu yang saya hapal, toh kecintaan saya dengan JEW nggak akan memudar. Dan saya harus berterima kasih kepada dua orang yang membuat kecintaan saya semakin besar terhadap JEW. Ade Putra, kami memang dulu pernah bersama, walaupun sekarang telah menjadi teman biasa (atau bisa jadi kakak saya juga), dialah orang yang mengenalkan saya kepada Jimmy Eat World. Bagaimana lagu-lagunya bisa masuk ke telinga saya, dan dia tau betul seperti apa selera saya dalam musik. Thanks, De! The second one is, Ahmad Faishal Adnan, penjaga rubrik musik di majalah tempat saya bekerja (HAI). Awalnya, saya sekadar mengucap asal,"Jimmy Eat World siapa yang liputan, Nan? Lo ada tiket nganggur nggak? Gue nggak mau kerja, maunya nonton nih, hehe..." Ternyata, saat itu, Adnan juga menjadi koordinator liputan. Walhasil, senang sekaligus sedih, saya mendapatkan ID untuk meliput konser mereka. Terima kasih :)

Rasanya saya nggak perlu mereview bagaimana berlangsungnya konser tersebut. Karena toh sedikit tulisan saya bisa dilihat di http://www.hai-online.com/Hai2/Music/News/Jimmy-Eat-World-Jakarta-Sound-jempolan-lighting-pol-polan yang dibuat beberapa jam setelah konser itu berakhir. Tiga tahun sudah, lagu 23 mengisi blog saya, dan di tahun inilah lagu tersebut dibawakan di depan mata saya langsung. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.