Monday, April 04, 2011

Tiga Tahun Lalu

Nggak pernah menyangka, apalagi berharap, satu sosok band yang telah lama saya idolakan bakal hadir di Jakarta. Sebenarnya nggak begitu-begitu amat sih, hanya saja lagu-lagu mereka cukup mengena di hati saya. Apalagi, di tahun kali pertamanya saya membuat blog ini, lirik lagu merekalah yang mengisi blog saya. Ya, link ini adalah buktinya!
Dan, kemarin, 3 April 2011, band itu akhirnya muncul juga di depan muka saya. Mendengar kabarnya beberapa waktu lalu, saya sempat terperangah lantaran nggak percaya. Jimmy Eat World (JEW), album-album yang hanya sempat saya dengarkan di radio kampus saya, apalagi saya pernah sekali 'nyolong' satu album mereka yang berwujud kaset dengan titel Futures, tiba di Jakarta. Sontak keinginan untuk menonton JEW langsung di konsernya benar-benar membara di hati saya.

Walaupun hanya beberapa lagu yang saya hapal, toh kecintaan saya dengan JEW nggak akan memudar. Dan saya harus berterima kasih kepada dua orang yang membuat kecintaan saya semakin besar terhadap JEW. Ade Putra, kami memang dulu pernah bersama, walaupun sekarang telah menjadi teman biasa (atau bisa jadi kakak saya juga), dialah orang yang mengenalkan saya kepada Jimmy Eat World. Bagaimana lagu-lagunya bisa masuk ke telinga saya, dan dia tau betul seperti apa selera saya dalam musik. Thanks, De! The second one is, Ahmad Faishal Adnan, penjaga rubrik musik di majalah tempat saya bekerja (HAI). Awalnya, saya sekadar mengucap asal,"Jimmy Eat World siapa yang liputan, Nan? Lo ada tiket nganggur nggak? Gue nggak mau kerja, maunya nonton nih, hehe..." Ternyata, saat itu, Adnan juga menjadi koordinator liputan. Walhasil, senang sekaligus sedih, saya mendapatkan ID untuk meliput konser mereka. Terima kasih :)

Rasanya saya nggak perlu mereview bagaimana berlangsungnya konser tersebut. Karena toh sedikit tulisan saya bisa dilihat di http://www.hai-online.com/Hai2/Music/News/Jimmy-Eat-World-Jakarta-Sound-jempolan-lighting-pol-polan yang dibuat beberapa jam setelah konser itu berakhir. Tiga tahun sudah, lagu 23 mengisi blog saya, dan di tahun inilah lagu tersebut dibawakan di depan mata saya langsung. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

Sunday, April 11, 2010

101010

Yes, angka tersebut bakalan menjadi angka yang mujarab buat teman saya bernama Rahmat Budiman, dikenal dengan Mate. Pertama kali saya mengenalnya, sosok Mate ini memang terlihat beda dengan anak HAI lainnya. Banyak yang bilang kalau dirinya termasuk salahsatu cowok yang cukup tampan. Bahkan mungkin dirinya pun menganggap demikian. Makanya, Mate' Tampan adalah nickname dia di Facebook. Dua tahun sudah saya menjadi rekan kerjanya, tempat berkeluh kesah, teman satu cubicle bersama Yorgi dan Reza. Mengenal sosoknya yang memang ternyata jurnalis sejati, ternyata membuat saya tersadar kalau saya belum apa-apa. Pantas saja, background biru akhirnya didapat lewat geliat kinerjanya di desk pendidikan (at least itu yang saya tau).

Sukses di karir, sukses pula di asmara. Memegang teguh janjinya untuk memutuskan pacarnya bernama Annisa Qurrota Aini menjadi pasangan hidup selamanya. Dan di tahun ini, akan menjadi tahun yang paling indah buat Mate dan Nisa. Tidak sabar buat saya bisa melihat senyum keduanya merekah di pelaminan beberapa bulan ke depan nanti.

Bukan menjadi hal yang melelahkan buat saya menuliskan sedikit cerita tentang Mate, teman sekaligus kakak yang baik di HAI. Semoga semua rencana berjalan dengan lancar dan tentunya mendapat restu dari Allah SWT. Saya, Andwi Febriasrati Larasati, turut berbahagia atas si angka 101010 nanti, good luck Mate! FROM OUR CUBICLE!!! CONGRATZ!!

Monday, January 04, 2010

My Life in 2010

Selamat Tahun Baru!!

Agaknya emang telat banget buat gue nulis di tanggal 4 Januari 2010 sekarang. Wajar, karena kesibukan yang tiada tara, menghentikan gue untuk bisa menulis di blog ini. Tahun 2009 emang cukup membuat gue tersadarkan bahwa hidup itu nggak selamanya indah dan nggak selamanya buruk. Well, banyak hal yang gue alami yang jadi pelajaran berharga di tahun ini.

Mulai dari status gue yang berubah menjadi single, kerjaan yang semakin ajaib, sampe datangnya seseorang yang nggak disangka-sangka ke dalam kehidupan gue, benar-benar supeeer! Kesalahan, kebodohan dan ketololan memang acapkali merangkai kehidupan gue yang aneh bin ajaib ini.

Dan di Tahun 2010 ini, banyak hal yang pengen banget gue jadiin resolusi. Terlebih, supaya tahun ini ada target yang bisa gue capai. Entah itu urusan karir, jodoh, rejeki, dan lainnya.


#Find Side Job
#Punya SIM C
#Ke Luar Negeri
#Punya Kamar yang asik!
#Menabung
#Have fun with my friends and my boy, for sure!
#Hadiah megah buat papa mama, 30th anniversary
#Be a better person, i guess

kayaknya itu dulu kali yaaah...nggak mau muluk-muluk, nanti nggak kesampean malah sedih,hehe.
So, Welcome aboard 2010!!!
*oke, kamu pasti bisa, Wie!!!

Wednesday, October 14, 2009

Brand New Day!


Mungkin itu kalimat yang tepat yang bisa menggambarkan keadaan gue saat ini. Selama kurun waktu dalam kehidupan gue, tergambarkan dengan jelas gimana gue menjalaninya dengan penuh warna. Dan sekarang, tahun 2009 menjadi awal yang baru buat gue. Tepatnya saat gue memutuskan untuk menjadi individu yang merdeka. Tapi tenang, gue nggak akan membahas hal-hal yang mungkin akan menyinggung orang lain. Intinya, setelah gue sebulan berpuasa dan berhasil memikirkan konsentrasi dengan kesendirian gue, tanpa ada pacar di kehidupan gue, gue merasa cukup dekat dengan Dia. Kesannya emang agak klise, giliran kalo butuh aja, gue pasti laporan ke Dia. Well, gue yakin kok kalo keinginan gue untuk berbicara dengan Dia memang udah jalannya, udah takdirnya :-)

Satu hal yang pasti, apapun itu hasilnya, gue nggak akan pernah menyesal dengan keputusan gue. And now, I go with my new one, the one that I knew him since we were first met at 2005. The One that I called him as Poci! Yap, I do have some realistic thought, that's why I choose him. Nobody's know why I did it, except you guys were at the same position as I am. i just need your support, that's all!

Sunday, August 23, 2009

Tiga hal: Target, Prioritas dan Deadline

Terkadang, kita menjalani hidup itu berkejaran dengan waktu. Bahkan, saking terburu-burunya, kita nggak pernah ngerti apa tujuan hidup kita sendiri. Dan menurut gue, menentukan sikap di masa depan, yaitu target, prioritas dan deadline, adalah suatu keharusan yang dimiliki oleh setiap manusia.

Awalnya, gue nggak pernah kepikiran untuk merancang hidup gue. Terkadang pula, prinsip gue hanyalah 'let it flow!' aja. Tapi, kalo bukan gue yang harus menentukan sikap untuk punya target ke depan, prioritas yang mau gue tentuin dan deadline yang harus gue penuhi, siapa lagi?

Seiring berjalannya waktu, usia yang makin menggerogoti hidup gue, gue pun sadar kalo tiga hal itu penting untuk dilakuin. Terkesan abu-abu nggak sih, kalo ditanya, bakal jadi apa sih gue lima tahun ke depan? Iya, jujur, gue emang nggak bisa jawab sekarang. Tapi, gue harus punya. Iya, gue harus punya!

Target? Yoi, untuk saat ini, gue boleh bilang kalo gue orang paling jahat sedunia. Gue udah lama nggak ngerasain egoisme gue muncul. Dan sekarang, udah cukup gue pusing dengan dunia orang yang belum tentu mereka juga mikirin gue. Target gue sekarang dan ke depan adalah menjadi orang yang sukses dan berguna, itu aja. Dan tentunya, menjadi lebih baik pastinya.

Prioritas? Haha, prioritas gue sekarang adalah gue pengen membahagiakan diri gue sendiri. Egois? Emang, trus kenapa? udah lama gue nggak ngerasain ini. Enough to think about all of you, it's timw for me to think about myself. Right?? Dan pasti akan gue buktikan, kalo 3 hal itu akan gue wujudkan, pasti, harus!! wajib!

Friday, March 20, 2009

udah lama nggak nulis di sini....

Hohoho...sekian lama nggak berjumpa dengan blog gue. Akhirnya keinginan untuk menulis kembali muncul, mungkin karena lantaran kerjaan udah selesai kali yah!
Well, nggak kerasa juga, udah hampir menuju satu tahun gue bergumul dengan jagoan-jagoan majalah HAI. Apalagi, awal tahun ini menjadi awal yang penuh kejutan. Untuk pertama kalinya gue menjadi PO edisi khusus, dan itu valentine! Haduh, sangat susah banget nih untuk dieksplor. Secara, waktu itu hati sedang gundah gulana. Tapi, untunglah semua berjalan dengan lancar, hehe..Gimana wie? Lumayan kan jadi PO?? ckckckckckck.....Gimana kalo selanjutnya jadi PO??Hah! Hmm, liat deh nanti....tapi lumayan banyak dapet pelajaran banyak kok. Oke wie?

Saturday, September 20, 2008

Terlalu Berharap....



Hidup penuh harapan, entah
kadang perlu
kadang terpaksa
kadang harus

Tapi, apakah ada arti dibalik harapan itu semua?
Ada, pasti ada
Entah itu indah, buruk, gelap ataupun terkesan biasa saja
Harapan untuk bahagia, untuk menikmati indahnya dunia, mencintai apa adanya

Harapan itu selalu ada, aku (lantas) harus percaya
Terlalu berharap?
Itu sudah biasa
Terlalu terbiasa

Ah, biarlah...
Aku sudah lelah...